PTPN XII patok pendapatan 2011 Rp1 triliun

JEMBER: PT Perkebunan Nusantara XII pada 2011 memproyeksikan kenaikan pendapatan menjadi sedikitnya Rp1 triliun, menyusul perkiraan penerimaan tahun ini sebesar Rp934 miliar dengan laba Rp94,5 miliar.Direktur Sumberdaya Manusia dan Umum PTPN XII Soewarno
Yusuf Waluyo Jati | 08 Desember 2010 23:47 WIB

JEMBER: PT Perkebunan Nusantara XII pada 2011 memproyeksikan kenaikan pendapatan menjadi sedikitnya Rp1 triliun, menyusul perkiraan penerimaan tahun ini sebesar Rp934 miliar dengan laba Rp94,5 miliar.Direktur Sumberdaya Manusia dan Umum PTPN XII Soewarno menyebutkan target pendapatan sebesar itu dipicu terdongkraknya harga karet di pasar internasional yang kini mencapai US$4 per kg, seiring menurunnya pasok dari sejumlah penghasil komoditas tersebut seperti Malaysia dan India.Menurut dia, pemasaran karet tahun ini mengontribusikan 40% terhadap total pendapatan PTPN XII yang mencapai Rp934 miliar. Sisanya diperoleh atas pengusahaan kayu-kayuan, terutama sengon, yang mengontribusikan pendapatan 15%, kopi 8%, kakao 6%, serta beberapa jenis usaha di sektor hilir seperti pemrosesan teh dan air minum dalam kemasan.BUMN yang berkantor pusat di Surabaya itu juga memanfaatkan sebagian lahan di Jatim bagian timur untuk pembudidayaan tebu yang dipasok ke sejumlah pabrik gula. Potensi kebun pun dioptimalkan sebagai agrowisata."Harga karet di pasar internasional tahun depan diyakini masih baik, termasuk kakao jenis edel pun bagus yakni US$4 per kg dan kopi arabika US$4 per kg, maka pada 2011 ditargetkan pencapaian pendapatan menjadi Rp1 triliun lebih dengan laba Rp100,4 miliar," ujarnya di sela-sela penyaluran dana program kemitraan dan bina lingkungan (PKBL), Rabu (8 Desember).Kegiatan tersebut merupakan tahap akhir dari pengucuran dana PKBL tahun ini, dengan total nilai Rp2,6 miliar yang disisihkan 4% dari laba PTPN XII pada 2009 senilai Rp66 miliar. Adapun pada 2011 dialokasikan dana PKBL Rp3,7 miliar atas penyisihan laba tahun ini yang naik menjadi Rp94,5 miliar.Soewarno menambahkan dengan target keuntungan yang ditetapkan Rp100,4 miliar pada 2011, maka akan berimbas terhadap kenaikan pengucuran dana PKBL pada 2012 kelak."Kami optimis target keuntungan tahun depan bisa tercapai, mengingat tren harga karet tetap tinggi dan produksi komoditas tersebut dari sejumlah kebun kami mencapai 13.000 ton per tahun. Kami telah melakukan peremajaan pohon karet," tuturnya. (msw)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top