Maskapai terbangi lagi rute Malang

MALANG: Penerbangan rute Malang-Jakarta kembali normal setelah Bandara Abd Saleh sempat ditutup selama enam hari dari 29 November-4 Desember akibat peningkatan aktivitas Gunung Bromo.M. Yusrie, District Manager Sriwijaya Air, mengatakan pada penerbangan
News Editor
News Editor - Bisnis.com 08 Desember 2010  |  07:32 WIB

MALANG: Penerbangan rute Malang-Jakarta kembali normal setelah Bandara Abd Saleh sempat ditutup selama enam hari dari 29 November-4 Desember akibat peningkatan aktivitas Gunung Bromo.M. Yusrie, District Manager Sriwijaya Air, mengatakan pada penerbangan perdana setelah Bandara Abd. Saleh kembali dibuka untuk penerbangan sipil pada 5 Desember memang penerbangan belum lancar 100%.Kami hanya melayani dua flight, yakni 08.35 dan 13.15. Sedangkan jadwal penerbangan pada 14.15, masih belum terlayani, kata M. Yusrie di Malang, hari ini. Pernyataan yang sama juga disampaikan Dharmawan Y. Hendrarta, Brach Manager Garuda Indonesia. Tingkat okupasi seat Garuda pada penerbangan perdana pasca penutupan Bandara hanya mencapai 65%. Hari yang sama, Batavia bahkan masih belum melayani kembali penerbangan. Namun, pada hari ke dua penerbangan pasca penutupan bandara kondisinya sudah normal. Tiga maskapai, Garuda, Sriwijaya, dan Batavia sudah mengoperasikan pesawatnya.

Load factor penumpang Sriwijaya, kata Yusrie, rata-rata sudah mencapai 95%-98% dari total seat yang tersedia sebanyak 125 seat. Sedangkan Garuda sudah normal pada posisi 90%.Ramainya penumpang, menurut Dharmawan, karena pada Desember merupakan peak season. Apalagi menjelang Natal, load factor dipastikan akan lebih meningkat lagi.Namun sampai saat ini Garuda belum berencana menambah pesawat untuk melayani rute Malang-Jakarta. Pertimbangannya, ketersediaan pesawat yang terbatas.Hal itu bisa terjadi karena pesawat yang dimilik Garuda kebanyakan seri 737-800 sehingga tidak bisa mendarat maupun take off di Bandara Abdulrachman Saleh karena landasan pacunya masih belum memenuhi syarat untuk pesawat berbadan besar dan panjang. Pesawat jenis 737-300 jumlahnya sedikit di Garuda, tutur Dharmawan.Yusrie mengatakan kerugian akibat tidak beroperasinya Sriwijaya di Bandara Abdulrachman Saleh masih belum dihitung. Pertimbangannya, untuk menghitung kerugian harus dilakukan audit keuangan.Namun secara kasar, potensi kehilangan pendapatan Sriwijaya dengan tidak terbangnya pesawat di rute Malang-Jakarta mencapai sekitar Rp400 juta per hari. Kerugian sebesar dengan asumsi bahwa tiket Sriwijaya yang terjual pada ambang batas rendah. Menurut Dharmawan, sulit menghitung kerugian Garuda Malang terkait tidak beroperasi pesawat milik maskapai tersebut pada penerbangan rute Malang selama enam hari.Dengan tidak beroperasi pesawat di rute Malang-Jakarta bukan berarti otomatis pendapatan Garuda hilang atau berkurang. Pasalnya, penumpang yang sedianya berangkat dari Malang ke Jakarta bisa dipindahkan ke Surabaya-Malang dengan menumpang pesawat dari maskapai yang sama.Yang jelas, Yusrie berharap, kondisi Bromo bisa normal kembali. Dengan begitu, penerbangan rute Malang-Jakarta tidak terganggu lagi. Kalau terganggu, yang kasihan justru konsumen. Mereka menjadi repot harus ke Surabaya untuk ke Jakarta jika menggunakan moda pesawat. Yang juga komplain, kalangan hotel karena tingkat hunian hotel mereka menjadi terganggu.(k24/sut)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top