UKM hati-hati pameran di luar negeri

JAKARTA: Ketua Kamar Dagang dan Industri DKI Jakarta (Kadin Jaya) Eddy Kuntadi mengingatkan para pengusaha skala usaha kecil dan menengah (UKM) agar berhati-hati dalam mencari pasar dan berpameran di luar negeri untuk mencegah jangan sampai barangnya
Sekretariat Redaksi
Sekretariat Redaksi - Bisnis.com 08 Desember 2010  |  10:43 WIB

JAKARTA: Ketua Kamar Dagang dan Industri DKI Jakarta (Kadin Jaya) Eddy Kuntadi mengingatkan para pengusaha skala usaha kecil dan menengah (UKM) agar berhati-hati dalam mencari pasar dan berpameran di luar negeri untuk mencegah jangan sampai barangnya ditiru.

Kalau menjual barang secara serampangan di luar negeri, justru berbahaya karena buyer membeli semua kemudian dicontek habis. Kalau benar-benar mau bertahan, misalnya di pasar China maka harus menjual produk high quality handmade dan sulit ditiru, katanya di Jakarta hari ini,

Dia mengemukakan hal itu seusai mendampingi Menteri Perindutrian MS. Hidayat meresmikan IKM Expo Jakarta 2010 yang diselenggarakan atas kerja sama Kadin Jaya dengan Dinas Perindustrian dan Energi DKI dan Ditjen Industri Kecil dan Menengah Kementrian Perindustrian.

Eddy mengatakan pemerintah Indonesia harus meniru pemerintah China yang senantiasa mendukung program UKM sehingga dapat semakin kuat dan berkembang lebih baik untuk berperan di pasar dalam dan luar negeri.

Sebab, lanjutnya, kondisi UKM di dalam negeri masih arus berjuang keras mencari dukungan permodalan dan kemudahan lain agar bisa bertahan dan terus berkemangan. Hal itu karena belum ada upaya kongrit dari pemerintah dalam permodalan dan insentif pajak buat UKM.

Sementara itu Menteri Perindustrian MS Hidayat mengatakan kini produk UKM mendahapi persaingan pasar yang semakin ketat dengan produk sejenis dari China, terutama pada 2015 mendatang setelah diberlakukan bea masuk 0%.

Pemberlakuan bea masuk 0%, lanjutnya, akan menjadi tantangan yang semakin berat bagi UKM jika pemerintah tidak mencarikan terobosan dengan memberikan insentif perpajakan dan stlmulus financial bagi usaha tersebut.

Tahun 2015 sudah di depan mata. Saat sekarang saja UKM sulit bersaing dengan produk asal China karena negara mereka memberikan rabat atau potongan pajak hingga mencapai 13% bagi produk ekspor, ujarnya.

Menurut Hidayat jika UKM inginbisa bersaing menghadapi China maka harus dilakukan berbagai upaya sepeti keringanan perpajakan, dukungan financial, akses untuk menangkap peluang pasar di luar negeri.

Menurut Wakil Ketua Bidang Industri, Energi dan Agribisnis Kadin Jaya Rainer P. Tobing Jakarta IKM Expo 2010 yang berlangsung pada 18-10 Desember 2010 itu diikuti 56 peserta dari produsen IKM unggulan binaan badan usaha milik negara, badan usaha milik daerah dan swasta.

Produk yang dipamerkan dan dijual di Jakarta IKM Expo 2010 meliputi antara lain garmen, produk tekstil, makan dan minuman olahan, kerajinan, industri plastik dan kemasan, industri kulit dan alas kaki, serta industri elektrik dan elektronik serta industri kreatif dan furnitur.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top