Organ PBB bantu pemulihan wisata Yogya

YOGYAKARTA: Dua badan PBB, UNESCO dan UNWTO berkomitmen ikut dalam pemulihan pariwisata Yogyakarta dan membantu pemerintah Indonesia menyebarluaskan informasi kondisi terkini pascaerupsi Gunung Merapi ke seluruh dunia.
Ria Indhryani | 08 Desember 2010 12:50 WIB

YOGYAKARTA: Dua badan PBB, UNESCO dan UNWTO berkomitmen ikut dalam pemulihan pariwisata Yogyakarta dan membantu pemerintah Indonesia menyebarluaskan informasi kondisi terkini pascaerupsi Gunung Merapi ke seluruh dunia.

Hari ini juga kantor pusat UNWTO di Madrid, Spanyol, akan mendistribusikan informasi ke seluruh dunia bahwa Yogyakarta aman dan siap menerima kembali kunjungan wisatawan mancanegara, ujar Marcio Favilla, Executive Director UNWTO (United Nation - World Tourism Organization)pada penutupan World Conference on Culture, Education and Science (Wisdom).Favilla menyatakan meski ini kunjungan pertamanya ke Indonesia, namun sejak datang Selasa, pihaknya telah mengecek langsung aktivitas masyarakat di Jakarta, Solo, Yogyakarta dan mendapatkan infrastruktur serta fasilitas yang baik dan aman di tempat-tempat yang dikunjunginya.Selain menunjukkan keprihatinan atas musibah yang terjadi, kunjungan kami untuk melihat langsung kesiapan pemulihan pemerintah yang dilakukan industri wisata maupun pemerintah Indonesia, ungkap Favilla.Dia menilai bangsa Indonesia sangat tangguh menghadapi bencana-bencana nasional dan cepat melakukan aksi pemulihan. Oleh karena itu, kata Favilla, dia optimistis pemulihan pariwisata Yogyakarta tidak memakan waktu lama.Saya senang sekali datang ke Jogja dengan menyinggahi Solo dan mengecek langsung kondisi airport, restoran, hotel semuanya bagus dan kehidupan berjalan normal dan siap menerima kunjungan wisman, tandasnya.UNWTO juga akan menggalang solidaritas kalangan industri pemerintah maupun swasta dari negara-negara anggota untuk membantu pemulihan pariwisata Jogja dengan cepat sehingga masyarakat dapat menikmati kembali penghasilan dari kunjungan wisman.Hal yang sama juga dilakukan UNESCO (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization) kantor regional Asia Pasifik yang akan menggalang solidaritas dari perusahaan, perorangan maupun negara lain untuk menyelamatkan Candi Borobudur, sebagai salah satu world heritage.Komitmen kami untuk membersihkan secara tuntas Candi Borobudur dari debu vulkanik Merapi harus segera dilakukan. Jadi Jumat seorang tenaga ahli UNESCO akan datang ke lokasi dan minggu depan satu orang lagi juga akan memberikan bimbingan untuk proses pembersihan yang aman bagi situs candi, kata Hubert Gijzen, Direktur UNESCO.Kami juga dukung program penggalangan dana untuk Borobudur yang inisiatifnya datang dari Friend of Borobudur yaitu sejumlah CEO, kelompok perusahaan maupun kalangan individual yang peduli pada pelestarian dan perlindungan candid an pemberdayaan masyarakat sekitarnya.Debu yang menyelimuti dan menempel pada batu-batu candi dan menutup sistem drainase sangat berbahaya karena itu penanganannya harus sangat hati-hati. Sejauh ini Grup Lippo sudah berkomitmen akan membantu Unesco untuk membantu kami, tutur Hubert Gijzen.Program tanggap daruratnya UNESCO untuk Candi Borobudur adalah pembersihan kompleks candi termasuk candi Mendut dan Pawon, Setelah itu mengkordinasi misi-misi internasional untuk mengidentifikasi kerusakan-kerusakan yang ada untukprogram jangkamenengah dan panjang.Setelah itu kami akan melakukan rehabilitasi untuk pelestarian jangka panjang bagi warisan budaya dunia ini dan memberdayakan masyarakat lokal dengan melibatkan mereka pada sektor wisata serta industrikreatif, ungkap Gijzen. (mfm)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top