Dana Rp1,23 triliun direlokasi ke raskin

JAKARTA: DPR akhirnya menyetujui dana sebesar Rp1,228 triliun untuk penyaluran raskin ke-13 yang akan disalurkan bulan ini kepada 17,483 juta Rumah Tangga Miskin (RTM). Hal ini dilakukan untuk tetap dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dan menjaga laju
News Editor
News Editor - Bisnis.com 07 Desember 2010  |  12:46 WIB

JAKARTA: DPR akhirnya menyetujui dana sebesar Rp1,228 triliun untuk penyaluran raskin ke-13 yang akan disalurkan bulan ini kepada 17,483 juta Rumah Tangga Miskin (RTM). Hal ini dilakukan untuk tetap dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dan menjaga laju inflasi tahun ini.Kemarin, Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengusulkan kepada DPR untuk merealokasi dana dari APBN-P 2010 sebesar Rp1 triliun dari seluruh dana cadangan beras pemerintah dan Rp228,7 miliar dari cadangan stabilisasi harga pangan untuk menyalurkan raskin ke-13. Raskin ke-13 diperlukan setelah pada bulan Agustus 2010 lalu raskin disalurkan 2 kali.Agus mengatakan tahun ini bukan hanya di luar negeri, namun risiko ketahanan pangan juga terjadi di dalam negeri. Ada dampak elnino dan lanina yang berdampak pada masa panen."Kita akan antisipasi ke depannya. Agustus lalu ada gejolak harga pangan, sehingga ada rencana raskin ke-13. Ini untuk mengantisipasi adanya gejolak harga, dan sudah dirapatkan pada menko dan disetujui presiden," katanya dalam rapat bersama Badan Anggaran DPR, kemarin.Agus menegaskan hal ini dilakukan juga untuk menjaga laju inflasi yang selama 2 bulan terakhir penyumbang utamanya adalah karena kenaikan harga beras. "Kami ketat melakukan monitoring terhadap inflasi, karena beras merupakan komponen utama dalam inflasi," katanya.Dirut Perum Bulog Soetarto Alimoeso mengatakan kondisi tahun ini diakui mirip dengan kondisi tahun 2006-2007 dimana saat itu juga terjadi el nino yang berdampak pada panen. Oleh karena itu, penyaluran raskin ke-13 diperlukan karena di musim paceklik seperti ini harga beras diprediksi akan terus merangkak naik.Saat ini cadangan beras pemerintah yang tersimpan di gudang-gudang Bulog sebanyak 486 ribu ton, termasuk untuk keperluan bencana alam dan operasi pasar khusus, yakni penyaluran raskin ke-13 ini. Adapun untuk keperluan raskin ke-13, Bulog akan menyalurkan sekitar 262.245 ton beras (17,483 juta RTM x 15 kilogram x 1 bulan)."Untuk penyaluran raskin ke-13, kita pakai beras yang sudah ada. Artinya melalui pengadaan dalam negeri. Kalau 260-an ribu ton beras ini dikeluarin, ya berarti cadangan beras nanti juga akan berkurang," katanya.Sementara itu realisasi penyaluran beras Bulog hingga saat ini sudah mencapai 73,4% dan penyaluran secara fisik sudah 91%. (bsi)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Puput Jumantirawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top