Pembatasan premium tahap awal di Jabodetabek

JAKARTA: Rencana pemerintah melakukan pembatasan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi mulai Januari 2011 hanya diperuntukkan bagi kendaraan pribadi berpelat hitam yang menggunakan premium
Samantha Ardiansyah
Samantha Ardiansyah - Bisnis.com 07 Desember 2010  |  06:26 WIB

JAKARTA: Rencana pemerintah melakukan pembatasan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi mulai Januari 2011 hanya diperuntukkan bagi kendaraan pribadi berpelat hitam yang menggunakan premium bersubsidi.

Sementara itu, untuk solar bersubsidi masih akan disalurkan sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) No 55/2005 tentang Harga Jual Eceran BBM Dalam Negeri dan Perpres No 9/2006 tentang Perubahan Atas Perpres No 55 /2005 tentang Harga Jual Eceran BBM Dalam Negeri.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Evita Herawati Legowo mengemukakan program pengendalian penyaluran BBM bersubsidi tersebut untuk tahap awal akan dimulai dengan membatasi penggunaan BBM subsidi jenis premium terlebih dahulu.

Kita coba lakukan yang realistis dulu. Per 1 Januari mendatang [2011], untuk premium sudah siap di Jabodetabek, tetapi solar belum, tutur dia, kemarin.

Menurut dia, bila pembatasan penggunaan premium di wilayah Jabodetabek sudah bisa diberlakukan mulai awal tahun depan, secara keseluruhan di Jawa dan Bali baru bisa dimulai pada Juli 2011.

Sementara itu, dia menambahkan pembatasan penggunaan BBM bersubsidi jenis solar, akan diberlakukan mulai Juli 2011 untuk wilayah Jabodetabek, sedangkan seluruh wilayah Jawa dan Bali pada Oktober 2011.

Untuk solar kita memang belum siap karena kita mempunyai dua jenis solar bersubsidi, untuk transportasi dan solar dex. Ini belum mencukupi, makanya nanti kita akan kerja sama dengan Pertamina [Persero] untuk produksi solar kategori transportasi.

Terkait kesiapan pemerintah bersama Pertamina, termasuk dari sisi infrastruktur untuk melakukan pembatasan tersebut, Evita meyakini wilayah Jabodetabek sudah siap sepenuhnya menjalankan program tersebut mulai Januari mendatang.

Dia mengatakan pemerintah juga akan bekerja sama dengan aparat keamanan untuk meminimalisir terjadinya kemungkinan penyimpangan akibat penerapan kebijakan tersebut. Untu pengawasan, kita akan kerja sama dengan kepolisian karena ini kan namanya percobaan, apalagi baru per wilayah, tutur Evita.

Seperti diberitakan sebelumnya, pemerintah akan melarang penggunaan BBM bersubsidi untuk semua jenis mobil pribadi berplat hitam di wilayah Jabodetabek mulai Januari 2011, karena dari segi infrastruktur hanya wilayah Jabodetabek yang siap melaksanakan pembatasan tersebut.

Menurut Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Djaelani Sutomo, dari sekitar 600 stasiun pengisian bahan bakar umur (SPBU) yang tersebar di wilayah Jabodetabek, sekitar 400 di antaranya sudah menjual BBM nonsubsidi, seperti pertamax dan pertamax plus.

Dia memperkirakan potensi penghematan penggunaan BBM bersubsidi, khusus di Jabodetabek mencapai 500.000 kiloliter (KL) per tahun, dari target total 4 juta KL untuk Jawa dan Bali.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top