Bali jadi pusat induk udang terbesar di dunia

KARANGASEM, Bali: Kementerian Kelautan dan Perikanan menargetkan Balai Produksi Induk Udang Unggul dan Kekerangan di Karangasem, Bali, mampu memasok induk udang berharga murah sehingga bisa menghapus ketergantungan industri udang nasional terhadap impor
News Editor | 06 Desember 2010 03:14 WIB

KARANGASEM, Bali: Kementerian Kelautan dan Perikanan menargetkan Balai Produksi Induk Udang Unggul dan Kekerangan di Karangasem, Bali, mampu memasok induk udang berharga murah sehingga bisa menghapus ketergantungan industri udang nasional terhadap impor induk udang.

Balai itu menjamin bisa menghasilkan induk udang dengan rerata harga Rp25.000 - Rp30.000 per ekor, sementara harga induk udang impor saat ini mencapai US$35- US$40 per ekor. Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad mengatakan pengembangan balai produksi induk udang Karangasem untuk mendukung pengembangan industri budidaya udang nasional agar lepas dari ketergantungan terhadap impor induk udang, yang selama ini dinilai memiliki banyak kelemahan."Impor induk udang itu lebih mahal dan banyak kelemahan. Salah satunya rentan penyebaran penyakit virus yang menjadikan tingkat produksi menurun dan tidak adanya jaminan pasokan," katanya dalam acara peresmian balai itu oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Karangasem, Bali, hari ini.Balai Induk Udang itu diklaim sebagai pusat produksi induk udang terbesar di dunia dengan kapasitas produksi mencapai 675.000 ekor per tahun.Dalam hal ini, ungkapnya, balai produksi induk udang itu menjadi sangat penting karena produksi udang nasional mengalami kekurangan pasokan induk udang, dengan sumber pasokan utama impor dari Hawaii dan Florida, Amerika Serikat, dengan volume mencapai 130.000 - 150.000 ekor per tahun.Kebutuhan induk udang akan makin besar dengan perkiraan mencapai 680.000 ekor mulai 2011 untuk mengejar target produksi udang 340.000 ton.Menurut Fadel, industri budidaya udang merupakan salah satu komoditas unggulan di sektor perikanan, dengan sumbangan nilai ekspor mencapai US$1,58 miliar atau 63,3% dari total nilai ekspor perikanan pada 2009.Dia mengatakan pemerintah akan terus mengenjot produksi udang dengan mengoptimalkan penggarapan potensi lahan budidaya tambak yang mencapai luas 1,2 juta hektare.Dalam hal ini, lanjutnya, dari potensi yang besar itu baru 613.000 ha yang telah dikembangkan.(irs/er)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top