Usaha hiburan sumbang pajak Rp71,82 miliar

JAKARTA: Kalangan pengusaha rekreasi dan hiburan umum di Jakarta optimistis dapat menyumbang pajak daerah sebesar Rp71,82 miliar pada semester II/2010, kendati dibayang-bayangi beban biaya operasional yang kian tinggi dan tingkat kunjungan pelanggan
Sekretariat Redaksi | 06 Desember 2010 09:41 WIB

JAKARTA: Kalangan pengusaha rekreasi dan hiburan umum di Jakarta optimistis dapat menyumbang pajak daerah sebesar Rp71,82 miliar pada semester II/2010, kendati dibayang-bayangi beban biaya operasional yang kian tinggi dan tingkat kunjungan pelanggan yang cenderung menurun.

Ketua Harian Perhimpunan Pengusaha Rekreasi dan Hiburan Umum Jakarta Adrian Maelite mengatakan tingkat kunjungan pelanggan yang turun mencapai sekitar 15%-20% semakin membebani kinerja keuangan perusahaan mereka yang sudah tertekan oleh biaya operasional yang cenderung terus meningkat."Nilai setoran pajak dari usaha rekreasi dan hiburan yang ditargetkan oleh Pemprov DKI sebesar 71,82 miliar pada semester II/2010 itu bisa tercapai, kendati dengan sangat memberatkan para pengusaha," katanya di Jakarta hari ini.Dia mengatakan Pemprov menargetkan perolehan pajak daerah dari sektor usaha rekreasi dan hiburan sebesar Rp71,82 miliar pada semester II/2010, setelah berhasil merealisasikan targetnya pada semester I/2010 sebesar Rp67,86 miliar.Pencapaian target setoran pajak Rp71,82 miliar itu, lanjutnya, sebenarnya relatif mudah jika situasi ekonomi nasional seperti yang terjadi pada 2-3 tahun yang lalu dengan beban biaya operasional yang tidak seberat sekarang ini.Menurut dia, beban biaya operasional usaha rekreasi dan hiburan umum semakin dirasakan sejak diberlakukan kenaikan tarif dasar listrik dan penurunan jumlah pengunjung yang juga diikuti dengan budget belanja mereka yang juga relatif berkurang.Terutama pengunjung kelas menengah ke atas, lanjutnya, kini banyak yang beralih mencari tempat hiburan ke Singapura, terutama setelah negara jiran tersebut membuka tempat rekreasi, hiburan dan gambling Sentosa island.Adrian menjelaskan diantara alasan pelanggan pindah ke pulau Sentosa di Singapura, Genting Highland Malaysia dan Macao Taiwan, karena tempat hiburan di Jakarta sudah mereka rasakan kurang memberikan kenyamanan seperti pada 2-3 tahun yang lalu, misalnya tidak boleh lagi merokok. (mrp)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top