Pemerintah dapat tambahan eksplorasi migas

Samantha Ardiansyah
Samantha Ardiansyah - Bisnis.com 06 Desember 2010  |  08:55 WIB

JAKARTA: Pemerintah kembali mendapatkan komitmen pasti eksplorasi sebesar US$27,7 juta dan bonus tanda tangan (signature bonus) yang akan diterima langsung sebesar US$3,5 juta dari tiga perusahaan pemenang lelang regular wilayah kerja migas tahap I tahun ini.

Ketiga pemenang lelang WK migas tersebut, yakni Ephindo Oil and Gas Holding Inc untuk wilayah kerja Sokang, Konsorsium Lundin Oil and Gas B.V-Salamander Energy (Indonesia) Ltd untuk South Sokang, dan Murphy Overseas Venture Inc untuk wilayah kerja Wokam II.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Evita Herawati Legowo mengemukakan komitmen pasti eksplorasi sebesar US$27,7 juta dari ketiga perusahaan migas tersebut untuk waktu 3 tahun masa eksplorasi.

Rinciannya, jelas dia, berupa studi geologi dan geofisika sebesar US$1,45 juta, survey seismic 2D sepanjang 3.200 km sebesar US$4,5 juta, survey seismic 3D seluas 1.100 km2 sebesar US$14,75 juta, dan pemboran 1 sumur eksplorasi sebesar US$7 juta.

Yang memenangi tender kali ini harus ada kerja keras sedikit karena kita mempunyai target bahwa ini bisa ditandatangani pada 10 Desember 2010 yang jatuh pada Jumat ini. Total komitmen investasinya US$27,7 juta dan bonus tanda tangan US$3,5 juta, tutur dia, hari ini.

Dia menerangkan lelang regular WK migas tahap I yang telah dilaksanakan pada 12 Juli-8 November 2010 tersebut adalah untuk 14 blok migas, yakni Blok Sokang di lepas pantai timur Natuna, Singkil di lepas pantai Sibolga, Sumut, Nias di lepas pantai Sibolga, Sunda Strait II di lepas pantai selatan Jawa, Sunda Strait III di lepas pantai selatan Jawa, dan Sunda Strait IV di lepas pantai Bengkulu.

Selain itu, Blok South Kangean I di lepas pantai utara Jawa Timur, South Kangean II di lepas pantai utara Jawa Timur, South West Makassar di lepas pantai Sulawesi Selatan, Wokam I di lepas pantai Bintuni-Palung Aru, Papua, Wokam II di lepas pantai, Palung Aru, dan Digul di lepas pantai Akimeugah, Papua.

Sebetulnya, lanjut dia, pada awal tender diumumkan banyak peminat yang mengambil dokumen lelang, tetapi tidak banyak yang mengembalikan dokumen. Dari sebanyak 36 dokumen tender yang terjual, dia menambahkan hanya 3 dokumen saja yang dikembalikan.

Kami sudah melakukan evaluasi internal dan salah satu penyebabnya [kurang peminat] karena kelihatannya data yang ada tidak cukup untuk para investor memberanikan diri mengambil WK migas yang kita tawarkan sehingga hasilnya tidak menggembirakan.

Dia memaparkan penjualan dokumen tender tersebut terdiri atas WK Sokang sebanyak 3 buah, South Sokang ada 4, South East Baronang ada 2, dan Nias ada 1. Sementara itu, Sunda Strait II dan Sunda Strait 4 tidak ada yang mengambil dokumen.

Selanjutnya, Sunda Strait 3 ada 1 dokumen, South Kangean I ada 4 dokumen, South Kangen 2 ada 2 dokumen.

Untuk tender kali ini merupakan koreksi dari kami agar kondisi data itu harus baik, secara kualitas maupun kuantitas. Jadi memang dokumen yang kurang datanya, kurang mencukupi untuk langkah lebih lanjut. Ini harus diperbaiki datanya, tutur Evita.

Sebelumny, pemerintah juga mendapatkan komitmen pasti investasi eksplorasi untuk empat WK migas sebesar US$28 juta dan bonus tanda tangan US$4,2 juta selama 3 tahun pertama eksplorasi.

Komitmen investasi tersebut didapatkan dari empat pemenang lelang penawaran langsung WK migas tahap I 2010, yang dibuka sejak 12 Juli 2010 hingga 25 Agustus 2010.

Keempat pemenang lelang WK migas itu, jelas dia, yakni PT Ephindo Oil and Gas Holding Inc untuk WK North Sokang yang berlokasi di lepas pantai timur Natuna, Kepulauan Riau dengan total investasi US$10,2 juta. Selanjutnya, konsorsium Awe Limited-PT Baruna Recovery Energy-PT Sillo Maritime Perdana untuk WK Titan di lepas pantai timur laut Pati, Jawa Tengah senilai US$8,3 juta.

Selain itu, Mitra Energy Limited untuk WK Bone di lepas pantai Bone, Sulawesi Selatan dengan investasi US$6,1 juta, dan BP Exploration Indonesia Limited untuk WK North Arafura di daratan dan lepas pantai Akimeugah, Papua sebesar US$3,4 juta. (mrp)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top