RI hanya punya 10 atase ketenagakerjaan

JAKARTA: Pemerintah belum memiliki atase ketenagakerjaan di beberapa negara penempatan tenaga kerja Indonesia, padahal keberadaan dan peranannya sangat dibutuhkan untuk melayani dan membantu penyelesaian masalah pekerja di luar negeri.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 06 Desember 2010  |  05:23 WIB

JAKARTA: Pemerintah belum memiliki atase ketenagakerjaan di beberapa negara penempatan tenaga kerja Indonesia, padahal keberadaan dan peranannya sangat dibutuhkan untuk melayani dan membantu penyelesaian masalah pekerja di luar negeri.

Saat ini, baru ada 10 atase ketenagakerjaan di sembilan negara penempatan, padahal terdapat 24 negara yang menjadi tempat bekerja bagi sekitar 1,73 juta tenaga kerja Indonesia (TKI) hingga Oktober 2010.Untuk itu, menurut Sekjen Kemenakertrans Besar Setyoko, pemerintah berupaya melakukan pembenahan dan penguatan kelembagaan perwakilan Indonesia di bidang ketenagakerjaan.Saat ini tengah dilakukan komunikasi yang intensif dengan Kementerian Luar Negeri untuk meningkatkan status staf teknis ketenagakerjaan menjadi atase, ujarnya dalam penjelasan seminar Penguatan Fungsi Kelembagaan dan Sumber Daya Aparatur Atase Teknis Ketenagakerjaan, hari ini.Dia mengakui keberadaan dan peranan atase ketenagakerjaan sangat penting, karena mereka bertugas membantu menyelesaikan berbagai macam permasalahan yang dihadapi TKI, a.l. gaji yang tidak dibayar, kecelakaan kerja serta penganiayaan.Kemenakertrans kembali mengusulkan penambahan atase ketenagakerjaan baru yang akan ditempatkan di Jepang, karena sebelumnya usulan penambahan atase di Yordania dan Suriah disetujui dan tengah mengikuti orientasi pembekalan.Selain itu dibutuhkan juga penambahan asisten atas staf ketenagakerjaan di negara-negara penempatan seperti di Malaysia dan Arab Saudi untuk memaksimalkan pelayanan dan perlindungan TKI, tuturnya. (er)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top