Kepemimpinan HIPPI terbelah jadi dua kubu

Hilman Hidayat | 06 Desember 2010 11:23 WIB

JAKARTA: Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) menghadapi dualisme kepemimpinan, yakni kubu Suryani Motik dan kubu Yockie M. Hutagalung. Menyusul terpilihnya Suryani Motik sebagai Ketua Umum HIPPI, Dewan Pertimbangan Daerah HIPPI mengeluarkan penyataan sikap penolakan terhadap kepemimpinan Suryani Motik.

DPD HIPPI lantas mengukuhkan Yockie M. Hutagalung sebagai Ketua Umum HIPPI periode 2010-2015. Pernyataan sikap itu dikeluarkan oleh Pendiri HIPPI Harsono Badai Samodra dan perwakilan sesepuh HPPI H. D. Sutisno, hari ini.

Kami dengan tegas menolak kepemimpinan Suryani Motik dan mengangkat Yockie M. Hutagalung sebagai Ketua Umum HIPPI periode 2010-2015, ujar Harsono Badai Samodra, hari ini.

Pengukuhan Yockie secara sepihak tersebut menyusul kekecewaan para anggota DPD yang merasa Musyawarah Nasional HIPPI VII yang diselenggarakan pada 25-28 November tersebut sarat kecurangan.

Yockie sebetulnya adalah satu dari tiga nama yang diajukan secara tertulis oleh pimpinan sidang selain Herman Heru Suprobo dan Suryani Motik.

Dalam pemilihan itu, Yockie meraup 67 suara, Herman Heru Suprobo meraup 36 suara, dan Suryani Motik memperoleh 33 suara.

Harsono menjelaskan pimpinan sidang kemudian melakukan pemilihan tahap kedua. Pada tahap pemilihan kedua, Herman Heru Suprobo menyatakan keinginannya untuk mundur dan secara aklamasi menyerahkan suara yang telah diperoleh kepada Suryani Motik sehingga memenangkan Suryani sebagai Ketua Umum HIPPI. Ini tidak sesuai dengan anggaran dasar, sehingga tidak sah.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup