Pertamina genjot sediaan Pertamax

Samantha Ardiansyah
Samantha Ardiansyah - Bisnis.com 05 Desember 2010  |  09:45 WIB

JAKARTA: PT Pertamina (Persero) berencana menaikkan volume ketersediaan pertamax lebih dari 200.000 kiloliter (KL) per hari seperti kondisi normal saat ini, sejalan dengan rencana pemerintah melakukan pembatasan penggunaan BBM bersubsidi di Jabodetabek mulai Januari 2011.

Vice President Corporate Communication Pertamina Mochamad Harun mengemukakan bila memang program pengendalian penggunaan BBM bersubsidi tersebut diberlakukan mulai awal tahun depan, tentunya perseroan itu juga harus menjaga ketersediaan pasokan pertamax di masyarakat.

Sekarang saja, jelas dia, rerata penggunaan BBM nonsubsidi jenis pertamax dan pertamax plus di Tanah Air, terus mengalami peningkatan yang cukup baik. Adanya jaminan ketersediaan stok pertamax di setiap stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), lanjut dia, tentunya bisa memenuhi peningkatan kebutuhan masyarakat sehingga tidak beralih ke produsen asing.

Kalau memang program ini dipastikan, tentunya Pertamina akan men-secure untuk pasokan berikutnya karena kebutuhannya pasti akan bertambah. Kalau sudah ada ketentuan, tentu masyarakat akan beralih ke sana [pertamax], tutur dia, akhir pekan.

Dia mengakui selama ini penggunaan BBM bersubsidi jenis premium di wilayah Jawa-Bali mencapai sekitar 60% dari konsumsi premium nasional sekitar 60.000 KL per hari. Sementara itu, dia menambahkan khusus di Region III yang meliputi DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat, penggunaan premiumnya bisa mencapai 20.000 KL per hari.

Namun, kata dia, penggunaan pertamax akhir-akhir ini terus mengalami kenaikan cukup baik karena masyarakat sudah mempunyai kesadaran untuk membeli bahan bakar yang mempunyai kualitas lebih baik.

Bila penjualan pertamax masih di kisaran 35.000 KL per bulan pada Mei 2010, jelas dia, di Oktober sudah mencapai 79.000 KL. Begitu juga dengan November, mungkin hampir sama. Cuma, di Desember ini kita perkirakan agak sedikit turun karena harga juga sedikit naik.

Namun demikian, kata Harun, BUMN migas itu tidak terlalu mengkhawatirkan perubahan konsumsi masyarakat yang akan beralih ke produk lainnya yang dijual oleh Shell ataupun Total dan Petronas.

Pasalnya, kata dia, bahan bakar yang dijual Pertamina memiliki kualitas tinggi, sehingga lebih baik dibandingkan dengan produk serupa lainnya. Pertamina, jelas dia, tidak hanya menjual oktannya saja untuk setiap pertamax yang dipasarkan, tetapi juga menyuntikkan kualitas tambahan yang akan menyempurnakan pembakaran serta membersihkan enzim.

Memang harganya berbeda sedikit, tetapi kalau dibandingkan dengan bahan bakar lain, akan jauh berbeda karena aditif yang kita suntikkan bisa menyeimbangkan oktan yang tinggi ini dengan pembakaran yang lebih sempurna dan membersihkan enzim. Pembakaran sempurna, kalau enzim berkerak, juga tidak bagus, tutur Harun.

Di sisi lain, Anggota Komisi VII DPR RI Romahurmuziy meminta pemerintah menjamin upaya pembatasan penggunaan BBM bersubsidi di Jabodetabek tidak berdampak terhadap kelangkaan di luar wilayah tersebut.

Masyarakat bisa saja membeli BBM bersubsidi ke SPBU yang berada di luar wilayah Jabodetabek sehingga membuat langka pasokan di wilayah yang terkena pembatasan. Ini [ketersediaan pasokan] yang harus dipastikan oleh pemerintah, tutur Romy.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top