Harga kebutuhan pokok stabil menjelang Natal

JAKARTA: Harga sejumlah barang pokok hasil pertanian relatif stabil selama menjelang hari raya Natal 2010 dan Tahun Baru 2011 di Jakarta setelah mengalami kenaikan yang tertinggi di atas 20% dibandingkan dengan harga pada awal bulan lalu.Seorang pedagang
Sekretariat Redaksi
Sekretariat Redaksi - Bisnis.com 05 Desember 2010  |  11:10 WIB

JAKARTA: Harga sejumlah barang pokok hasil pertanian relatif stabil selama menjelang hari raya Natal 2010 dan Tahun Baru 2011 di Jakarta setelah mengalami kenaikan yang tertinggi di atas 20% dibandingkan dengan harga pada awal bulan lalu.Seorang pedagang pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan Suratman mengatakan harga cabe merah mencapai Rp16.950 per kg dari semula Rp16,500 per kg, dan cabe merah kriting Rp21.950 per kg dari Rp17,250 per kg.Selanjutnya, harga bawang merah sekarang Rp18.500 per kg lebih tinggi dari awal hingga pertengahan bulan lalu sebesar Rp16.900 per kg, demikian juga bawang putih Rp36.950 per kg dari Rp36.000 per kg."Adapun yang bisa dikatakan tidak naik yaitu harga telur ayam negeri Rp14.000 per kg, ayam broiler Rp22.500 per kg, wortel Rp5.000 per kg, tomat Rp6,500 per kg dan bawang bombai Rp10.950 per kg.," katanya hari ini.Suratman menjelaskan harga di Pasar Kebayoran Lama hampir sama dengan harga di pasar tradisional lainya di Ibu Kota karena sumber asal barangnya sama yaitu dari pasar induk sayur dan buah Keramat Jati, Jakarta Timur.Berdasarkan perkembangan harga tersebut, lanjutnya, ketersediaan barang yang dipasok oleh berbagai daerah produsennya dapat dianggap cukup. Disamping itu permintaan konsumennya memang tidak sebanyak kalau menyambut hari raya Idul Fitri.Menurut Suntoro, pedagang lainnya di Pasar Kebayoran Lama mengatakan beruntung Jakarta punya banyak jaringan daerah produsen hasil pertanian sehingga jika satu daerah mengalami hambatan panen, ada pasokan dari daerah lain yang kegiatan pertaniannya berjalan lancar."Sekarang ini cuacanya tidan menentu, ada hujan lebat disertai banjir besar dan ada yang mengalami musibah seperti di sekitar gunung Merapi. Untungnya banyak dareah pertanian yang siap mengirimkan hasi pertaniannya ke Jakarta," ujarnya.Sementara itu Ketua Persatuan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia Jakarta Nellys Soekidi mengatakan pasokan beras untuk Jakarta dan daerah sekitaranya cukup melimbah disediakan oleh Bulog dan Pasar Induk Cipinang, terutama yang berasal dari impor."Kami bersama anggota memasarkan beras dari Bulog yang diimpor dari Fitnam untuk pasar masyarakat kelang menengah ke bawah yang kualitas cukup bagus dengan harga Rp5.900-Rp6.000 per kg," katanya.Menurut dia beras jenis IR-2 yang diimpor dari Fitnam itu biasa dijual di pasar dalam harga lebih tinggi sekitar Rp200-Rp500 per kg sehingga cukup memberikan bagi hasil bagi para pedagang di pasar.Adapun stok beras di PT Foodstation Tjipinang Jaya, pengelola Pasar Induk Beras Cipinang, mencapai sekitar 30.000 ton yang cukup untuk memenuhi kebutuhan di Jakarta dan daerah sekitarnya, mengingat kebutuhan beras di Ibu Kota hanya sekitar 2.000-2.500 ton perhari.Kebutuhan Jakarta selain dipasok oleh pengelola Pasar Induk Beras Cipinang itu juga dari para pedagang yang mencapai total 3.000 per hari sehingga tercatat di Jakarta terjadi surplus rata-rata 500 ton per hari.Sementara itu Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri Jakarta Nasfi Burhan mengatakan upaya strategis mengendalikan harga beras di pasaran harus terus dilakukan oleh Pemprov DKI meningat persedian beras di pasar induk lebih dari cukup."Ketika pasokan beras di gudang pasar induk cukup untuk memenuhi kebutuhan Jakarta itu seharusnya tidak terjadi kenaikan harganya. Maka perlu dilakukan operasi pasar jiga ada gejala harganya akan naik," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top