Kenaikan harga bahan pokok picu inflasi Jatim

News Editor
News Editor - Bisnis.com 01 Desember 2010  |  07:06 WIB

SURABAYA: Melambungnya harga sejumlah kebutuhan pokok pada November 2010 memicu kenaikan angka inflasi di Jawa Timur menjadi 0,47% dari 0,02% pada bulan sebelumnya.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim Irlan Indrocahyo mengatakan besaran inflasi ini lebih tinggi dari bulan sebelumnya, namun lebih rendah dibandingkan dengan inflasi nasional 0,6% pada bulan yang sama.Kenaikan sejumlah harga kebutuhan pokok pada November sangat berkaitan dengan meningginya angka inflasi, kata Irlan dalam jumpa pers rutin di kantornya, siang ini.Kenaikan harga berbagai bahan pokok, kata Irlan, lebih disebabkan oleh faktor mendekati akhir tahun dengan tren musiman pasar di Jatim. Naiknya harga komoditas beras, gula, minyak goreng dan bawang merah menjadi pemicu utama inflasi. Sementara kenaikan gula dan beras lebih diakibatkan oleh turunnya produksi secara nasional sehingga suplai ke pasar domestik berkurang, kata Irlan.Irlan mengumpamakan harga beras untuk jenis kelas I naik menjadi Rp8.000 per kilogram dari sebelumnya Rp7.700 per kg, dan jenis beras IR 64 meningkat menjadi Rp7.500 per kg dari Rp6.800 per kg.Untuk bawang merah pada Oktober harganya rata-rata Rp18.125 per kg, lalu pada November naik menjadi Rp21.720. Adapun harga minyak goreng pada Oktober tercatat masih Rp14.000 per liter dan pada November telah naik menjadi Rp14.755 per liter. Bahkan pada minggu ke empat harga komoditas itu melejit hingga Rp14.900 per liter, lanjut Irlan.Secara kumulatif, tambah Irlan, pada Januari - November tercatat inflasi Jatim mencapai 5,88% dan inflasi year on year (yoy) 6,40%. Adapun inflasi kumulatif nasional mencapai 5,98% dan yoy nasional sebesar 6,33%.(er)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top